Ingin Tekan Biaya Logistik, Anak Usaha Semen Indonesia Luncurkan Aplikasi

Mar 26, 2018 | 0 comments

Liputan6.com, Jakarta Logistik dinilai telah menjadi permasalahan umum yang dihadapi berbagai perusahaan terutama di Indonesia. Bahkan, menurut catatan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia utilisasi truk barang di Indonesia rata-rata 40 persen, sementara sisanya tak terpakai.

Upaya mengatasi berbagai permasalahan pada sektor logistik, PT Sinergi Informatika Semen Indonesia, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak di bidang Information Communication dan Technology (ICT) mengembangkan aplikasi logistik bernama Epoool.

Aplikasi ini dinilai bisa menjadi jembatan atas kebutuhan angkutan truk bagi pemilik barang serta kebutuhan muatan pada perusahaan transportasi melalui teknologi informasi. Aplikasi ini akan membantu menyelesaikan permasalahan tingginya harga pengiriman, dan sulitnya mencari alat angkut di Indonesia.

“Jika utilisasi truk semakin membaik maka akan berimbas pada pendapatan, saya kira pengusaha truk perlahan akan bersedia menurunkan ongkos angkutnya. Sehingga ekosistem logistik akan berjalan dengan baik, bisa dikatakan membentuk menurunkan biaya logistik dari sektor transportasi,” ujar CEO PT Sinergi Informatika Semen Indonesia Adel Rahadi dalam keterangannya, Senin (26/3/2018).

Adel juga berharap, keberadaan platform ini bisa menekan biaya logistik minimal 25 persen dari sebelumnya. Di mana nantinya akan dapat mengurangi harga pokok barang yang berdampak pada turunnya harga jual barang.

“Apabila itu bisa terjadi tentu daya beli masyarakat akan meningkat. Misalnya harga semen per sak biasanyaRp 60 ribu bisa turun menjadi Rp 50 ribu saja,” dia menambahkan.

Menurut dia, dampaknya bertahap akan memengaruhi perekonomian nasional. Sebab diharapkan melalui platform ini tercipta ekosistem logistik yang efisien di Indonesia.

Menurut dia, pengusaha trucking diuntungkan karena truk yang dimiliki terutilisasi dengan baik, bahkan pendapatan bisa meningkat dua kali lipat.

Namun, Adel Rahadi mengakui jika kunci dari keberhasilan platform semacam ini adalah ekosistemnya haruslah ramai.

“Kalau misalnya yang menggunakan Semen Indonesia saja tentu dampaknya kurang terasa. Makanya kami sedang berupaya mengajak BUMN ikut bergabung termasuk dengan Pos Logistik. Sejauh ini pihak yang turut berperan mengembangkan dan telahmenggunakan adalah SILOG (Semen Indonesia Logistik),” lanjutnya.

Terbitnya paket kebijakan Ekonomi ke XV tentang pengembangan usaha dan daya saing nasional dikatakan merupakan angin segar bagi industri dan pelaku bisnis logistik di tanah air. Adapun isi dari paket kebijakan tersebut antara lain adalah kemudahan berusaha dan pengurangan beban biaya bagi usaha penyedia jasa logistiknasional.

Dengan kebijakan antara lain mengurangi biaya operasional jasa transportasi, menghilangkan persyaratan perizinan angkutan barang, mengurangi biaya investasi usaha kepelabuhanan, dan masih banyak lainnya.